Breaking News

Proyek Siluman Rehab SD Negeri 14 Sragen Senilai Rp 700 Juta Tabrak Aturan Tanpa Pasang Papan Nama


SRAGEN – Teka-teki "proyek siluman" di SDN 14 Sragen mulai terkuak, namun justru menyisakan sederet kejanggalan baru. Meski pengerjaan fisik sudah berjalan sejak awal Januari lalu, transparansi anggaran dan payung hukum pengerjaan proyek tersebut terkesan ditutup-tutupi dengan dalih instruksi dari pusat.

Kepala SDN 14 Sragen, Anik Aningsih saat dikonfirmasi mengakui bahwa proyek tersebut merupakan bantuan langsung dari Presiden (Banpres) melalui Sekretariat Presiden (Sekpres). Anehnya, meski proyek ini bernilai ratusan juta rupiah, pihak sekolah berdalih telah mendapatkan arahan untuk tidak memasang papan nama proyek.

"Dari sosialisasi kementerian di Semarang, arahannya nanti hanya berupa prasasti dari Presiden. Sekarang tidak diperbolehkan pasang tulisan (papan proyek, red)," klaim Anik saat dihubungi wartawan Jumat (30/1/2026). 

Pernyataan ini tentu memantik tanda tanya besar. Sebab, dalam regulasi jasa konstruksi nasional, papan nama proyek adalah instrumen wajib sebagai bentuk keterbukaan informasi publik (KIP), tanpa memandang sumber dana pusat maupun daerah.

Terkait nilai proyek, Anik mengaku tidak memegang angka pasti. Ia menyebut dalam proposal diajukan sebesar Rp 700 juta, namun realisasinya diperkirakan di bawah angka tersebut. "Saya tidak tahu pasti, yang hadir di Semarang itu ketua panitia dan bendahara. Saya hanya tanda tangan," kelitnya.

Padahal, proyek ini melibatkan pihak ketiga, yakni CV Budi Karya, dan bukan dilakukan secara swakelola oleh sekolah. Proyek yang menyasar renovasi delapan ruang kelas (termasuk kelas 1, 2, 3, 5 AB, dan ruang guru) ini ditargetkan rampung pada April mendatang.

Di sisi lain, manajemen pekerjaan proyek ini berdampak langsung pada nasib 248 siswa. Akibat delapan ruang kelas dipreteli secara bersamaan, kegiatan belajar mengajar (KBM) kini terpaksa "berdesakan" di enam ruang yang tersisa.

Pihak sekolah menerapkan sistem double shift (dua gelombang) yang memangkas waktu belajar efektif siswa. Untuk shift Pagi (Kelas 1, 2, 3): Masuk pukul 07.00 – 10.00 WIB. Lantas Shift Siang (Kelas 4, 5, 6) Masuk pukul 10.00 – 13.00 WIB.

"Khusus hari Jumat semua masuk pagi untuk olahraga dan makan bersama, tapi setelah itu kelas rendah langsung dipulangkan pukul 09.00," jelasnya.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - JEJAKPERKARA.ID